Rabu, 30 Maret 2016
RESUM JURNAL HUBUNGAN PENGETAHUAN IBU HAMIL TENTANG HIV/AIDS DAN VCT DENGAN SIKAP TERHADAP KONSELING DAN TES HIV/AIDS SECARA SUKARELA DIPUSKESMAS KARANGDORO SEMARANG
Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus golongan Rubonucleat Acid (RNA) yang spesifik menyerang sistem kekebalan tubuh / imunitas manusia dan menyebabkan Aqciured Immunodeficiency Symndrome (AIDS). HIV positif adalah orang yang telah terinfeksi virus HIV dan tubuh telah membentuk (zat anti) terhadap virus.mereka berpotensi sebagai sumber penularan bagi orang lain.
Sampai tahun 2011 organisasi kesehatan dunia (WHO) mencatat jumlah penderita HIV/AIDS di seluruh dunia meningkat jumlahnya hingga mencapai 5,2 juta jiwa. Namun, resiko ini dapat diturunkan menjadi 1-2 % dengan tindakan intervensi bagi ibu hamil HIV positif, yaitu melalui layanan konseling dan tes HIV sukarela, pemberian obat antiretroviral, persalinan sectio caesaria, serta pemberian susu formula untuk bayi (Depkes RI,2008).
Angka kejadian HIV/AIDS kota semarang menduduki peringkat ke – 4 tertinggi di jawa Tengah. Dengan kondisi tersebut, maka perlu dilakukan pencegahan perluasan transmisi HIV ke dalam keluarga melalui : deteksi dini kasus HIV dalam keluarga melalui pemeriksaanibu hamil resiko tinggi yaitu ibu hamil dengan syndrom IMS (Infeksi Menular Seksual), ibu hamil dengan suami kelompok potensial, melalui pemeriksaan IMS, VCT (Voluntary councelling and Test).
Pada periode ini direncanakan program akan difokuskan di wilayah kerja puskesmas yang dianggap memiliki populasi beresiko. Metode yang dipandang efektif adalah dengan menggunakan metode Mobile VCT yaitu petugas datang langsung kemasyarakat untuk melakukan VCT.
Peran bidan dalam sosialisasi tes HIV / AIDS dan VCT bagi ibu hamil yang mempunyai faktor resiko tersebut sangat penting untuk menurunkan bahkan mencegah kejadian penularan HIV / AIDS dari ibu hamil kepada janinnya atau dinyatakan sebagai program PMTCT. Mengingat tugas bidan yang merupakan ujung tombak dalam pelayanan ANC khususnya pada ibu hamil yang mempunyai faktor resiko tertular HIV / AIDS.
Jenis penelitian ini adalah penelitian korelasi dengan menggunakan pendekatan cross sectionsal yang dilakukan pada bulan juli – agustus 2011. Instrumen pengumpulan data menggunakan kuesioner.Dari hasil penelitian di dapatkan tidak sedikit pula yang masih beranggapan kurang tepat terhadap konseling dan Tes HIV/AIDS. Tetapi pemgetahuan ibu hamil tentang HIV / AIDS dan VCT di Puskesmas karangdowo Semarang termasuk dalam kategori baik sebanyak 28 responden (62,2%). Dan sikap ibu hamil termasuk dalam kategori baik terhadap konseling tes HIV/ AIDS yaitu sebanyak 26 responden (57,8%). Hal ini menunjukan adanya sikap yang positif atau setuju terhadap VCT (Voluntary Counceling and Test) yang dilakukan di puskesmas karangdoro Semarang. Dengan ini sudah dapat terbaca bahwa sikap yang baik dapat terbentuk dari pengetahuan yang baik. Adanya semua ini bisa tercapai karena peran serta dari berbagai pihak untuk mendudkung semua program untuk kesehatan ibu hamil khususnya, agar kesehatan baik ibu hamil ataupun janin yang dikandung sehat dan tidak tertulat virus HIV/ AIDS.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar